Washington (KABARIN) - Amerika Serikat dilaporkan kehilangan delapan unit drone MQ-9 Reaper di kawasan Timur Tengah sejak 1 April. Dengan demikian, total kehilangan perangkat jenis tersebut dalam konflik yang melibatkan Iran disebut telah mencapai 24 unit, menurut laporan CBS News pada Kamis (9/4) yang mengutip dua pejabat AS.
Kerugian akibat hilangnya drone tersebut diperkirakan mencapai sekitar 720 juta dolar AS, dengan nilai satu unit MQ-9 Reaper yang diproduksi oleh General Atomics Aeronautical Systems bisa mencapai 30 juta dolar AS atau lebih, tergantung pada variannya.
MQ-9 Reaper merupakan pesawat tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh dan biasa digunakan untuk misi intelijen, pengintaian, serta pengawasan. Drone ini juga dapat membawa persenjataan untuk serangan presisi.
Berdasarkan data yang dikutip CBS News, Amerika Serikat dan Israel disebut telah menyerang lebih dari 13.000 target di wilayah Iran sejak dimulainya operasi militer gabungan pada 28 Februari.
Di sisi lain, selama periode konflik tersebut, sejumlah target di 12 negara di kawasan juga dilaporkan menjadi sasaran serangan dari pihak Iran.
Meski gencatan senjata selama dua pekan telah diumumkan pada 7 April, serangan dari pihak Israel dilaporkan masih berlanjut ke sejumlah target di Lebanon.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026